BANDA ACEH — Penyaluran dana wakaf Baitul Asyi kepada jemaah calon haji asal Aceh sudah dimulai. Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyebutkan kelompok terbang (kloter) kedua yang kini berada di Makkah menjadi penerima pertama.
“Kemarin sore jamaah kita kloter dua sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi,” kata Arijal di Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).
Mengapa Kloter Kedua Lebih Dulu Menerima?
Kloter pertama masih berada di Madinah dan baru akan bertolak ke Makkah pada 14 Mei mendatang. Oleh karena itu, jadwal penerimaan dana wakaf bagi kloter satu menunggu hingga mereka tiba di kota suci tersebut.
“Selanjutnya akan dijadwalkan lagi kloter tiga hingga seterusnya. Sedangkan kloter satu masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah,” ujar Arijal.
Dana Wakaf dari Aset Produktif Abad ke-19
Dana Baitul Asyi bukanlah bantuan musiman biasa. Lembaga ini didirikan oleh Habib Bugak Al-Asyi pada awal 1800-an. Aset wakaf produktif milik masyarakat Aceh di Makkah dikelola dalam bentuk hotel, dan hasil pengelolaannya disalurkan setiap tahun kepada jemaah haji asal Aceh.
Selain dana wakaf, jemaah juga telah menerima biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,5 juta per orang. Uang saku ini dibagikan saat jemaah masih berada di Asrama Haji Embarkasi Aceh.
“Living cost dibagikan saat masuk di Asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh),” kata Arijal.
Kondisi Jemaah: Sehat dan Mulai Beraktivitas
Arijal memastikan seluruh jemaah haji Aceh yang telah tiba di Arab Saudi dalam kondisi prima. Tidak ada laporan gangguan kesehatan yang berarti hingga hari ini.
“Alhamdulillah, kondisi jamaah sampai hari ini dalam kondisi sehat, semua tidak ada keluhan yang sakit, mereka masih melakukan umrah, beristirahat,” demikian Arijal.