Pencarian

Karhutla di Aceh Barat Meluas, BPBD Catat 23,6 Hektare Lahan Terbakar, Api Mendekati Permukiman

Rabu, 03 Juni 2026 • 11:00:15 WIB
Karhutla di Aceh Barat Meluas, BPBD Catat 23,6 Hektare Lahan Terbakar, Api Mendekati Permukiman
Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat meluas dengan 23,6 hektare lahan terbakar.

MEULABOH — Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat terus meluas dalam sepekan terakhir. BPBD Aceh Barat mencatat sedikitnya 23,6 hektare lahan terbakar, dengan titik api yang mulai mendekati permukiman warga di dua kecamatan.

Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Zulkarnain, mengatakan bahwa luasan lahan terbakar bertambah signifikan dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya, data per Senin lalu baru mencatat 15,2 hektare.

Dua Kecamatan Terdampak, Api Sulit Dipadamkan

Lahan yang terbakar tersebar di Kecamatan Sungai Mas dan Woyla Barat. Kedua wilayah itu merupakan kawasan perbukitan dengan vegetasi semak belukar dan ladang warga yang sudah lama tidak digarap.

“Kondisi medan yang sulit dijangkau membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Kami harus berjalan kaki hingga 2 kilometer dari jalan terdekat,” ujar Teuku Zulkarnain.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri diterjunkan sejak Selasa lalu. Namun, angin kencang dan cuaca panas mempercepat perambatan api.

Warga Mulai Mengungsi, Asap Ganggu Aktivitas

Sejumlah warga di dua desa di Kecamatan Sungai Mas mulai mengungsi ke rumah kerabat. Asap tebal juga mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kami mengimbau warga untuk menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar rumah jika asap semakin pekat,” kata Teuku.

BPBD setempat telah mendirikan posko darurat di balai desa untuk memantau perkembangan kebakaran. Belum ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi puluhan hektare lahan produktif terancam hangus.

Penyebab Karhutla: Faktor Manusia dan Cuaca

Teuku Zulkarnain menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan secara tradisional. Warga setempat kerap membakar sisa tebangan untuk membersihkan ladang, terutama di musim kemarau.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan. Namun, pola kebakaran tahun ini mirip dengan kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

BMKG Aceh sebelumnya memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dari biasanya. Kondisi itu meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Barat.

Langkah Selanjutnya: Patroli dan Sosialisasi

BPBD bersama aparat kepolisian akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kebakaran. Sosialisasi juga akan digencarkan ke desa-desa untuk mengingatkan warga agar tidak membakar lahan sembarangan.

“Kami akan koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk membentuk tim siaga karhutla di tingkat desa. Ini penting agar respons cepat bisa dilakukan,” pungkas Teuku.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik yang belum terkendali. Warga diimbau segera melapor jika melihat titik api baru.

Bagikan
Sumber: acehekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks