Pencarian

Inflasi Tahunan Aceh Tembus 5,84 Persen, BPS Sebut Harga Beras dan Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Rabu, 01 Juli 2026 • 20:27:01 WIB
Inflasi Tahunan Aceh Tembus 5,84 Persen, BPS Sebut Harga Beras dan Cabai Merah Jadi Biang Kerok
Inflasi tahunan Aceh mencapai 5,84 persen pada Juni 2026, didorong oleh kenaikan harga beras dan cabai merah.

BANDA ACEH — Laju inflasi di Aceh kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru BPS, inflasi tahunan provinsi itu tercatat 5,84 persen pada Juni 2026, melampaui target nasional yang biasanya berada di kisaran 3 persen plus minus 1 persen. Artinya, daya beli masyarakat Aceh dalam setahun terakhir tergerus lebih dalam dibandingkan rata-rata daerah lain.

Beras dan Cabai Merah Pemicu Utama Inflasi

Abd Hakim menjelaskan, tekanan inflasi di Aceh masih sangat dipengaruhi oleh komoditas pangan yang memiliki bobot konsumsi besar. “Angka ini menunjukkan adanya tekanan kenaikan harga yang cukup tinggi jika dibandingkan kondisi bulan yang sama di tahun lalu,” ujarnya di Banda Aceh, Rabu.

Dua komoditas yang paling dominan mendorong inflasi adalah beras dan cabai merah. Keduanya sangat rentan terhadap faktor produksi, musim, serta kelancaran jalur distribusi antarwilayah. “Pergerakan harga komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan,” imbuh Abd Hakim.

Andil Terbesar dari Kelompok Makanan dan Minuman

BPS mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi tahunan sebesar 2,95 persen. Selain beras dan cabai merah, komoditas lain yang memberikan andil besar adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, minyak goreng, ikan tongkol, sigaret kretek tangan (SKT), dan bawang merah.

“Komoditas yang memiliki andil terbesar lainnya adalah nasi dengan lauk, yang juga sangat berkaitan erat dengan pergerakan harga-harga kebutuhan bahan pokok tersebut,” kata Abd Hakim. Ia menambahkan, ada pula komoditas di luar kendali daerah yang ikut mendongkrak inflasi, yakni emas dan minyak atau bensin yang harganya dipengaruhi pasar global.

Inflasi Bulanan Tercatat 0,56 Persen

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Aceh sebesar 0,56 persen pada Juni 2026 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Artinya, dalam sebulan terakhir harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar-pasar Aceh masih terus merangkak naik.

TPID Diminta Perkuat Pengendalian Harga

Menghadapi situasi ini, BPS mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh untuk bergerak lebih agresif. Beberapa langkah utama yang disarankan antara lain menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi barang, serta menggelar komunikasi efektif ke masyarakat.

“Kelancaran distribusi bisa menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen,” tegas Abd Hakim. Ia juga mengimbau warga untuk menerapkan pola konsumsi yang bijak guna mengurangi tekanan permintaan terhadap komoditas tertentu yang harganya sedang melonjak.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks