BIREUEN — Peringatan haul keempat salah satu ulama kharismatik Aceh berlangsung khidmat di kompleks Dayah Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Bireuen, akhir pekan kemarin. Wagub Aceh Fadhlullah yang hadir bersama istri, Mukarramah, datang untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengenang perjalanan hidup almarhum Tgk. H. Muhammad Amin bin Mahmud Syah.
Kehadiran orang nomor dua di Aceh itu disambut langsung oleh keluarga besar almarhum, di antaranya Tu Haidar dan Tu Ahmat. Turut mendampingi Wagub dalam rombongan tersebut Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, serta Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi.
Warisan Ulama: Ilmu dan Keteladanan yang Hidup
Fadhlullah menyebut sosok Abu Tumin memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Menurutnya, pengabdian almarhum dalam membina umat tidak pernah putus hingga akhir hayat.
"Warisan terbesar seorang ulama bukan hanya lembaga pendidikan yang ditinggalkan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Fadhlullah di sela-sela rangkaian acara.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa eksistensi dayah dan pesantren peninggalan Abu Tumin hanyalah salah satu wujud nyata dari perjuangan panjangnya. Lebih dari itu, cara berpikir dan sikap hidup almarhum dinilai menjadi pelajaran berharga bagi para santri dan alumni.
Silaturahmi Ulama dan Pemerintah Aceh
Haul ke-4 ini tidak hanya dihadiri santri dan masyarakat sekitar, tetapi juga para ulama terkemuka dari berbagai daerah di Aceh. Beberapa di antaranya tampak hadir, seperti Abi Tgk. H. M. Daud Hasbi, Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh, serta Abu H. M. Yunus Adami atau Abu M. Yunus Palda dari Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur, Paloh Lada, Aceh Utara.
Selain itu, hadir pula Abu Zainuddin Bayu dan Tgk. H. Athaillah Ishak Al Amiry atau Abu Ulee Titi, Pimpinan Dayah Raudhatul Thalabah Ulee Titi. Kehadiran para ulama ini menjadikan momentum haul sebagai ajang mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam di Aceh.
Sinergi Pemerintah dan Dayah untuk Generasi Aceh
Di hadapan para pimpinan dayah dan alumni, Wagub Aceh menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan Islam. Ia berharap kebersamaan yang sudah terjalin selama ini terus diperkuat demi menjaga nilai-nilai keislaman di Aceh.
Menurut Fadhlullah, kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah. Semangat perjuangan para ulama seperti Abu Tumin diharapkan menjadi inspirasi dalam meletakkan dasar bagi Aceh yang semakin Islami dan bermartabat.
Rangkaian kegiatan haul ditutup dengan doa bersama untuk almarhum, diikuti oleh seluruh tamu undangan dan keluarga besar Dayah Babussalam.