ACEH — Gempa yang melanda Flores memaksa jalur distribusi BBM terganggu. Pertamina Patra Niaga pun bergerak cepat dengan mengalihkan pasokan dari luar daerah, salah satunya dengan menyeberangkan belasan mobil tangki dari Bima.
Pengalihan pasokan ini merupakan bagian dari upaya percepatan agar SPBU yang sempat terdampak bisa kembali melayani masyarakat. Pasokan BBM menjadi prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar warga, termasuk untuk transportasi dan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Langkah Cepat yang Diambil Pertamina
Manajemen Pertamina Patra Niaga menyiapkan beberapa strategi sekaligus dalam proses normalisasi ini. Selain mengirimkan mobil tangki, mereka juga menambah pasokan dari titik-titik yang dinilai aman dan tidak terdampak gempa.
Penambahan mobil tangki dari Bima dilakukan melalui jalur laut. Belasan unit kendaraan pengangkut BBM ini dijadwalkan tiba secara bertahap untuk mengisi kekosongan stok di beberapa lembaga penyalur.
Langkah ini diambil setelah tim teknis di lapangan melakukan asesmen terhadap kondisi SPBU dan jalur distribusi pascagempa. Sebagian SPBU dilaporkan sempat berhenti beroperasi sementara karena alasan keamanan dan kerusakan infrastruktur.
Fokus pada SPBU yang Melayani Kebutuhan Publik
Dalam proses normalisasi ini, Pertamina memprioritaskan SPBU yang melayani kebutuhan publik seperti transportasi umum, fasilitas kesehatan, dan layanan darurat lainnya. SPBU yang berada di jalur utama dan dekat pusat keramaian menjadi sasaran pertama pengisian.
Dengan adanya tambahan pasokan dari Bima, diharapkan antrean kendaraan di SPBU bisa segera terurai. Masyarakat yang sempat kesulitan mendapatkan BBM kini mulai bisa mengakses kembali layanan pengisian bahan bakar.
Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan jalur distribusi aman. Koordinasi ini penting dilakukan agar proses pengiriman tidak terkendala di tengah jalan.
Komitmen Pemulihan Pasokan Energi
Normalisasi penyaluran BBM ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama di daerah yang sedang dilanda bencana. Perusahaan berupaya memastikan tidak ada wilayah yang mengalami kelangkaan BBM dalam waktu lama.
Hingga saat ini, proses penyeberangan mobil tangki dari Bima masih terus berjalan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan agar distribusi bisa merata.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur energi dalam menghadapi situasi darurat. Dengan koordinasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan aparat setempat, pemulihan pasokan BBM di Flores diharapkan dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan.