ACEH — Rencana IPO Shein kali ini menjadi ujian bagi minat investor global terhadap saham perusahaan fesyen cepat asal Cina di tengah tekanan regulasi perdagangan di berbagai negara. Berdasarkan sumber Reuters, keputusan melepas 8% saham dengan valuasi konservatif mencerminkan realitas bisnis yang tengah menghadapi badai kebijakan, terutama dari Amerika Serikat.
Kerugian Kuartal I 2026 Akibat Pencabutan Bea Impor AS
Shein mencatatkan kerugian US$99 juta (Rp1,7 triliun) pada kuartal pertama 2026. Penyebab utamanya adalah kebijakan AS yang mencabut pembebasan bea impor untuk paket kecil, menambah biaya belanja pengguna platform dan menekan margin perusahaan.
Padahal, model bisnis Shein selama ini bertumpu pada pengiriman langsung produk murah ke konsumen tanpa bea masuk. Pencabutan kebijakan tersebut memaksa perusahaan menanggung biaya tambahan atau mengorbankan daya saing harga.
Riwayat Blokir di Indonesia dan Denda di Italia
Bukan hanya AS, Shein juga berhadapan dengan regulator di sejumlah negara. Di Indonesia, pemerintah telah memblokir akses platform Shein dan Temu sejak 2024 dengan alasan melindungi pasar UMKM dalam negeri. Harga miring kedua platform asal Cina itu dinilai berisiko mengikis pangsa pasar pelaku usaha lokal.
Di Eropa, Shein pernah didenda Komisi Persaingan Usaha Italia. Perusahaan dinyatakan melakukan manipulasi informasi terkait dampak lingkungan dan keberlanjutan produknya—isu yang semakin sensitif bagi konsumen dan investor di negara maju.
Valuasi Turun: Realitas vs Ekspektasi Awal
Target valuasi US$25 miliar menjadi penurunan signifikan dari rencana awal perusahaan yang sempat menyentuh US$30-40 miliar. Melemahnya pertumbuhan penjualan dan prospek bisnis yang suram menjadi alasan utama investor dan penjamin emisi menyepakati angka yang lebih rendah.
Penurunan valuasi ini juga mencerminkan perubahan sentimen pasar terhadap saham perusahaan asal Cina yang beroperasi di sektor konsumer. Isu tata kelola, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan menjadi faktor pertimbangan utama institusi keuangan global.
Arti Penting IPO Shein bagi Industri Fesyen Global
Keberhasilan IPO Shein akan menjadi barometer minat pasar terhadap sektor ritel fesyen berbasis e-commerce di tengah ketidakpastian ekonomi global. Jika listing berjalan lancar, perusahaan akan mengantongi dana segar untuk memperkuat modal kerja dan menavigasi tekanan regulasi di pasar-pasar utama.
Sebaliknya, jika respons investor dingin, hal ini bisa menjadi sinyal bagi startup fesyen lain yang berencana melantai di bursa Hong Kong. Keputusan akhir jadwal dan harga IPO masih bisa berubah tergantung kondisi pasar menjelang Agustus 2026.