ACEH — Dalam Musyawarah Tani "Abbulo Sibatang" yang digelar di Jalan Andi Patturungi, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Pemkot Makassar menyerahkan paket bantuan lengkap. Total ada 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, serta lima unit kultivator untuk mengolah tanah.
Appi menambahkan, pemerintah juga membagikan 20 unit hand sprayer elektrik dan dua unit pompa air pinggang 3 inch. Pompa air ini menjadi barang paling krusial, sebab petani di wilayah pesisir Tamalate kerap kesulitan mendapatkan air irigasi saat kemarau melanda.
Musim Kering Mengubah Peta Masalah Pertanian
Musyawarah tani kali ini tidak sekadar seremoni serah terima bantuan. Appi menyebut forum ini menjadi ruang komunikasi utama antara pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan untuk memetakan persoalan di lapangan. "Musyawarah tani menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan dalam membahas berbagai persoalan pertanian sekaligus mencari solusi secara bersama," ujarnya.
Fokus utama diskusi adalah dampak perubahan iklim yang menyebabkan musim kering lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini langsung berpengaruh pada ketersediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun lahan pertanian produktif.
Strategi Jaga Produktivitas di Lahan Terbatas
Dengan keterbatasan lahan yang terus menyempit akibat alih fungsi menjadi kawasan pemukiman, Pemkot Makassar tidak bisa lagi mengandalkan perluasan areal tanam. Solusinya adalah intensifikasi: menaikkan frekuensi tanam dalam setahun dan memastikan setiap hektare menghasilkan panen maksimal.
Bantuan benih unggul dan pupuk organik cair diharapkan mampu memperpendek siklus tanam. Sementara itu, kultivator dan hand sprayer elektrik dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual yang semakin mahal di perkotaan.
Para petani Bontoa menyambut baik langkah ini. Mereka menilai kehadiran pompa air 3 inch menjadi penyelamat saat saluran irigasi sekunder mulai mengering, sehingga tanaman padi yang baru ditanam tidak gagal tumbuh.
Dengan skema ini, target peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali setahun dinilai realistis. Jika cuaca ekstrem tidak melanda, produksi padi Makassar di akhir tahun diprediksi masih mampu menopang kebutuhan pokok warganya.