Pencarian

IPB University Kaji Budidaya Lele dan Lobster di Simeulue, Targetkan Pasokan Protein Saat Cuaca Ekstrem

Senin, 24 Agustus 2026 • 17:31:02 WIB
IPB University Kaji Budidaya Lele dan Lobster di Simeulue, Targetkan Pasokan Protein Saat Cuaca Ekstrem
Tim Ekspedisi Patriot IPB University melakukan kajian budidaya lele dan nila di Simeulue untuk memperkuat pasokan protein masyarakat saat cuaca ekstrem.

SINABANG — Pemerintah Kabupaten Simeulue bersama Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University tengah menjajaki potensi besar pengembangan budidaya perikanan di kawasan transmigrasi. Fokus utama kajian ini adalah memperkuat pasokan protein masyarakat Pulau Simeulue, terutama saat cuaca ekstrem mengganggu pasokan ikan laut.

Pimpinan TEP, Irzal Efendi, menegaskan urgensi program ini di tengah ketergantungan warga pada hasil laut. “Budidaya ikan air tawar ini penting memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat Pulau Simeulue,” kata Irzal dalam keterangan Humas Pemkab Simeulue, Minggu (23/8/2026).

Lele dan Nila Jadi Andalan Utama

Dalam kajian tersebut, komoditas lele dan nila dinilai memiliki prospek pasar yang kuat. Pengembangan budidaya lele akan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tahap pembenihan, pendederan, hingga pembesaran menggunakan kolam terpal dan bak bulat.

TEP IPB University juga menyiapkan langkah strategis dengan mendatangkan induk unggul dari Banda Aceh. Selain itu, pengembangan pakan mandiri turut direncanakan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kemandirian peternak lokal.

Potensi Lobster Simeulue yang Belum Tergarap Maksimal

Simeulue selama ini dikenal sebagai salah satu mata rantai pasok benih bening lobster (BBL) nasional. TEP IPB University menilai potensi ini bisa dikembangkan lebih jauh melalui teknik pendederan hingga ukuran 10-50 gram per ekor.

Teknologi yang ditawarkan cukup beragam, mencakup land-based aquaculture dengan sistem resirkulasi (RAS). Alternatif lainnya adalah budidaya laut melalui keramba jaring apung, jaring tenggelam, dan keramba jaring dasar laut.

“Ini membuka peluang bagi Simeulue menjadi kawasan produksi komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Irzal.

Harapan Menjadi Rantai Ekonomi Baru

Staf Ahli Bupati Simeulue Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kasirman, berharap program ini tidak berhenti sebagai proyek percontohan semata. Ia mendorong agar kajian ini berkembang menjadi mata rantai ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Keberadaan program ini dinilai strategis mengingat posisi Simeulue sebagai daerah kepulauan yang kerap menghadapi kendala logistik pasokan pangan, khususnya saat musim gelombang tinggi melanda perairan Aceh.

Follow www.pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks