Pencarian

Skrining Kanker Payudara saat Hamil dan Menyusui: Panduan Aman untuk Ibu

Jumat, 30 Oktober 2026 • 09:04:01 WIB
Skrining Kanker Payudara saat Hamil dan Menyusui: Panduan Aman untuk Ibu
Ibu hamil dan menyusui disarankan tidak menunda skrining kanker payudara karena kekhawatiran soal radiasi.

ACEH — Banyak ibu hamil dan menyusui menunda skrining kanker payudara karena khawatir soal keamanan radiasi. Padahal mamografi digital tercatat aman dilakukan selama kehamilan dan laktasi, dengan tingkat sensitivitas deteksi kanker 74 hingga 100 persen. Berikut panduan lengkap memilih pemeriksaan yang tepat sesuai kondisi tubuh.

Kekhawatiran soal keamanan pencitraan payudara saat hamil dan menyusui sering membuat ibu ragu memeriksakan diri. Padahal semakin banyak perempuan yang menunda kehamilan hingga usia lebih lanjut, sehingga kebutuhan skrining kanker payudara di masa reproduksi ikut meningkat.

Haydee Ojeda-Fournier, MD, FACR, FSBI, Medical Director of Breast Imaging di UC San Diego Health, menyebut para radiolog kini melihat lebih banyak perempuan yang membutuhkan skrining selama kehamilan dan laktasi. Ketidakpastian informasi soal keamanan pencitraan dinilainya jadi salah satu penyebab utama kebingungan pasien.

Mengapa Skrining Tetap Penting di Masa Hamil dan Menyusui

Risiko kanker payudara pada perempuan bisa muncul kapan saja, termasuk saat sedang hamil atau menyusui. Perubahan fisiologis pada payudara selama masa ini justru bisa meniru tanda keganasan, baik secara klinis maupun lewat hasil pencitraan.

Karena itu, pemeriksaan yang tepat perlu dilakukan agar temuan jinak tidak berujung pada tindakan berlebihan. Sebaliknya, kanker yang benar-benar ada tidak terlewat begitu saja.

Mamografi Digital Jadi Pilihan Utama

Mamografi tetap menjadi metode skrining yang direkomendasikan selama kehamilan dan menyusui. Pemeriksaan ini mencakup mamografi digital lapangan penuh maupun tomosintesis payudara digital.

Menurut Dr. Ojeda-Fournier, mamografi digital dapat dilakukan dengan aman pada ibu hamil dan menyusui. Tingkat sensitivitas deteksi kanker yang dilaporkan berada di kisaran 74 persen hingga 100 persen.

Meski aman, skrining saat hamil dan menyusui tetap menantang. Jaringan payudara yang padat bisa mengaburkan temuan mamografi, sementara peningkatan parenkimal selama laktasi dapat membatasi visualisasi pada MRI.

Bagaimana dengan MRI dan USG?

MRI payudara dengan kontras cocok untuk pasien menyusui, tetapi tidak dianjurkan selama kehamilan. Sementara USG punya pertimbangan berbeda.

USG memang alat diagnostik yang baik untuk mengevaluasi gejala seperti benjolan yang terasa. Namun sebagai tes skrining mandiri pada perempuan hamil atau menyusui, USG dinilai jauh kurang efektif.

"USG memiliki tingkat positif palsu yang lebih tinggi, menyebabkan biopsi yang lebih tidak perlu, dan bukti yang sangat terbatas yang mendukung penggunaannya sebagai pemeriksaan skrining mandiri pada perempuan hamil atau menyusui," jelas Dr. Ojeda-Fournier.

Jangan Tunda Biopsi Hanya Karena Sedang Hamil

Ketika temuan pencitraan memerlukan evaluasi lanjutan, intervensi payudara yang dipandu gambar dinyatakan aman baik selama kehamilan maupun laktasi. Risiko fistula susu sangat rendah dan bisa dikelola.

Dr. Ojeda-Fournier menegaskan biopsi sebaiknya tidak ditunda hanya karena pasien sedang hamil atau menyusui. Risiko melewatkan kanker payudara yang terkait dengan kehamilan jauh lebih besar dibandingkan risiko prosedurnya.

Pilih Pemeriksaan Sesuai Usia dan Faktor Risiko

Data penelitian untuk kelompok pasien ini masih terbatas karena perempuan hamil dan menyusui umumnya dikecualikan dari uji klinis acak. Radiolog pun mengandalkan data observasi, prinsip keamanan, dan konsensus ahli.

Sebagai acuan, radiolog dapat merujuk pada Kriteria Kesesuaian American College of Radiology 2025 serta pedoman National Comprehensive Cancer Network. Tujuannya bukan melakukan semua modalitas pencitraan pada setiap pasien, melainkan memilih yang paling sesuai dengan usia dan faktor risiko.

Kapan Perlu Segera ke Dokter

Segera konsultasikan ke dokter bila ibu menemukan benjolan baru, perubahan bentuk atau tekstur kulit payudara, keluarnya cairan tidak wajar di luar masa menyusui, atau nyeri menetap di satu area. Pemeriksaan lebih awal membantu menentukan langkah pencitraan yang tepat.

Sampaikan juga status kehamilan atau menyusui sejak awal agar dokter dapat memilih metode yang aman. Ibu tidak perlu ragu bertanya soal keamanan radiasi, karena penjelasan yang jelas akan membantu mengurangi kecemasan.

Skrining kanker payudara saat hamil dan menyusui bukan hal yang harus dihindari. Dengan mamografi digital yang aman dan pemilihan metode sesuai kondisi, ibu tetap bisa menjaga kesehatan payudara tanpa mengorbankan kehamilan atau proses menyusui.

Follow www.pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks