BANDA ACEH — Langkah itu diumumkan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, di Banda Aceh, Rabu. Ia menjelaskan bahwa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kini menjadi motor utama penguatan riset di kampus tersebut.
“LP2M juga meningkatkan hasil riset dan kapasitas peneliti lewat pelatihan bidang metodologi riset, strategi publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, penulisan dan penerbitan Buku Ajar, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual,” kata Mujiburrahman.
Publikasi Internasional dan Akreditasi Jurnal Meningkat
Menurut rektor, kerja sama yang erat antara LP2M, Pusat Penelitian dan Penerbitan, serta Pusat Pengelolaan Jurnal dan Rumah Jurnal telah mendorong peningkatan jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Tren positif ini juga terlihat dari bertambahnya jumlah jurnal yang terakreditasi nasional dan bereputasi internasional di lingkungan UIN Ar-Raniry dalam empat tahun terakhir.
Riset Dosen Tembus Hibah Eksternal Nasional
Mujiburrahman menambahkan, sejumlah riset yang diajukan dosen UIN Ar-Raniry berhasil lolos dalam kompetisi hibah penelitian dari lembaga eksternal. Di antaranya dari Kemenag LPDP melalui Mora Awards, RISPRO, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Capaian ini menunjukkan bahwa riset yang dihasilkan dosen tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga diakui dan didanai oleh lembaga riset nasional.
Fokus pada Dampak Pendidikan dan Pembangunan Lokal
Dengan target 80 persen riset berdampak, UIN Ar-Raniry ingin memastikan setiap penelitian yang dilakukan tidak berhenti di jurnal, tetapi bisa diterapkan di masyarakat. Rektor menekankan bahwa hasil riset harus relevan dengan kebutuhan pendidikan dan pembangunan di Aceh maupun secara nasional.
Pelatihan yang diberikan kepada para peneliti, termasuk soal strategi publikasi dan penulisan buku ajar, diharapkan bisa mempercepat proses diseminasi ilmu pengetahuan. Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual juga menjadi perhatian agar inovasi yang lahir dari kampus memiliki perlindungan hukum.