Pencarian

Irigasi Pirak Timu Mangkrak 15 Tahun, Petani Andalkan Hujan dan Terancam Gagal Panen, KNPI Desak DPR-RI Tindak Lanjuti

Kamis, 27 Agustus 2026 • 15:21:01 WIB
Irigasi Pirak Timu Mangkrak 15 Tahun, Petani Andalkan Hujan dan Terancam Gagal Panen, KNPI Desak DPR-RI Tindak Lanjuti
Petani di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, masih mengandalkan air hujan untuk mengairi ratusan hektare sawah akibat pembangunan irigasi yang mangkrak selama 15 tahun.
V, Ilham Pangestu. Pertemuan berlangsung di Rumoh Kupi Atjeh, Lhoksukon, Sabtu (22/08/2026). Akibatnya, aktivitas pertanian di Pirak Timu sangat bergantung pada curah hujan dan rawan gagal panen saat kemarau. ISI:

LHOKSUKON — Ratusan hektare sawah di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, masih menggantungkan pengairan pada air hujan. Kondisi ini berlangsung lebih dari satu dekade karena pembangunan jaringan irigasi tak kunjung tuntas. Akibatnya, petani kerap kehilangan hasil panen saat musim kemarau tiba.

Persoalan itu diangkat Ketua KNPI Kecamatan Pirak Timu, Tgk. Aris Munandar, langsung kepada Anggota DPR-RI Komisi V, Ilham Pangestu, di Rumoh Kupi Atjeh, Lhoksukon, Sabtu (22/08/2026). Aspirasi ini disampaikan untuk mendesak kelanjutan proyek yang sudah dinanti lebih dari 15 tahun.

Petani Terancam Gagal Panen di Tengah Musim Tanam

Tgk. Aris memaparkan, tanpa irigasi teknis, para petani di Pirak Timu tidak bisa memastikan jadwal tanam. Ketergantungan pada hujan membuat mereka rentan terhadap cuaca ekstrem.

“Saat ini masyarakat Pirak Timu tidak bisa ke sawah apabila tidak ada hujan. Bahkan terkadang di pertengahan musim tanam terjadi kemarau sehingga gagal panen. Sebaliknya, bisa juga terjadi banjir,” ungkapnya, Minggu (27/08/2026).

Kondisi ini memaksa petani menunda masa tanam berkali-kali. Di beberapa titik, sawah yang sudah ditanami padi muda terpaksa dibiarkan kering. Saluran irigasi primer maupun tersier tidak berfungsi.

Respon Anggota DPR-RI: Diteruskan ke Menteri PUPR

Menanggapi keluhan tersebut, Ilham Pangestu berjanji membawa persoalan ini ke tingkat kementerian. Politisi DPR-RI itu menyatakan akan menyampaikan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan irigasi di Pirak Timu kembali diprioritaskan.

Tgk. Aris mengapresiasi respons cepat yang diberikan legislator tersebut. Ia berharap pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menghasilkan tindak lanjut nyata di lapangan.

“Atas nama masyarakat Pirak Timu, kami sangat berharap pembangunan irigasi ini bisa berjalan kembali. Ini sudah 15 tahun lebih kita tunggu,” ujarnya.

Desakan Serupa Pernah Disampaikan ke DPD-RI

Ini bukan kali pertama aspirasi serupa dilayangkan. Sebelumnya, Tgk. Aris juga menyampaikan hal yang sama kepada Azhari Cage, Anggota DPD-RI Dapil Aceh Komite II yang membidangi pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi, termasuk energi, pertanian, dan perhubungan.

Pembangunan jaringan irigasi di Pirak Timu dinilai mendesak untuk menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Tanpa perbaikan infrastruktur, produktivitas sawah di kawasan itu dipastikan terus menurun setiap tahunnya.

Follow www.pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarpos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks